PENGAJIAN BAZNAS NTB

Said Bin Amir Wali Kota Yang Zuhud

 

SAID BIN AMIR WALI KOTA YANG ZUHUD

Senin 9 sya’ban 1437 H./ 16 Mei 2016 M.

Ketika masa pemerintahan Khalafah Umar Bin Khattab, perluasan Negara islam terus berkembang ke berbagai negeri seperti : Mesir, irak dan Syam. Untuk memperkuat persatuan umat islam yang pada waktu itu berpusat di Madinah maka Umar Bin Khattab mengangkat seorang gubernur atau walikota di masing-masing Negara islam yang berjauhan dengan Madinah. Gubernur dan Wali kota yang ditugaskan tersebut akan membantu Khalifah untuk memonitor jalannya pemerintahan sehingga segala bentuk aspirasi rakyat bisa diurus dengan mudah.

Suatu saat khalifah Umar Bin Khattab mengadakan kunjungan ke syam tanpa ada seorang pun yang mengetahui kunjungan tersebut, seprti yang sudah dimaklumi bahwa sosok Khalifah ke 2 ini hidupnya  sangat bersahaja dan penuh dengan kesederhanaan walapun saat itu sedang menjabat sebagai kepala Negara atau khalifah tapi penampilannya seperti rakyat biasa, maka sudah wajar kalau tidak ada yang mengetahui keberadaan khalifah saat itu.

Kumandang azan terdengar dari masjid yang berada ditengah kota, Umar Bin Khattab bergegas masuk masjid dan mulai shalat tahiyatul masjid kemudian ikut melaksanakan shlat berjamaah, kehadiran beliau sampai saat itu belum ada yang mengetahui, setelah selesai sholat berjamaah, Khalifah Umar Bin Khattab ikut berkumpul bersama jamaah dan beliau bertanya : “ bagaimana keadaan Wali Kota di “Halb” ini ( Halb adalah nama kota di Damaskus, Syiria) mendengar pertanyaan itu berbagai macam jawaban pun muncul

Orang pertama menjawab : “Wali Kota kami sering terlambat Masuk Kantor, datangnya siang terus setiap hari”

Yang kedua menjawab : “ setiap malam kami datang kerumahnya tapi tidak pernah dibukakan pintu”

Yang Ketiga menjawab : “Wali Kota kami ini, setiap 2 hari tidak masuk kantor dalam sebulan”

Yang Ke-empat menjawab : “Wali Kota kami sering kami lihat dia pingsang karena Mabuk”

Mendengar jawaban itu Khalifah sangat marah dan berkata kepada mereka :”Kenalkan saya adalah Khalifah Umar Bin Khattab” orang-orang yang ada dimasjid itu pun terkejut ternyata mereka dari tadi bersama khalifah, terlihat dari wajah mereka ada yang ketakutan karena sudah menceritakan kejelekan pemimpin mereka. Khalifah berkata lagi kepada mereka : “ maukah kalian bertemu dengan wali kota kalian? Mereka menjawab : mau… Khalifah!

Pada masa itu yang menjabat sebagai wali kota Halb adalah Said Bin Amir, pada hari yang sudah ditentukan datanglah Khalifah bersama rombongannya ke kantor Wali kota Halb, mereka langsung disambut oleh Wali Kota, melihat yang datang adalah Khalifah Umar Bin Kahttab, maka Said Bin Amir menjamu dengan penuh hormat layaknya sebagai pemimpin Negara.

Setelah semuanya dipersilahkan duduk, Khalifah Umar bertanya kepada Said :” wahai Said Bin Amir saya ada beberapa pertanyaan kepadamu

Yang Pertama : “benarkah kamu sering datang terlambat kekantor? “ Said menjawab :” Iya bener tuan Khalifah! Kenapa kamu datang terlambat : “saya datang terlambat setiap hari karena saya tidak punya pembatu wahai Khalifah, saya masak sendiri, buat roti sendiri baru berangkat kerja, itulah pekerjaan saya tiap hari kenapa saya terlambat.

Rakyatnya yang mendengar  alasan Said Bin Amir merasa kasian melihat kesederhanaan wali kotanya.

Yang Kedua : “Benarkah kamu setiap malam tidak pernah membuka pintu ketika ada rakyat mu yang datang”? Said menjawab : “ benar wahai Khalifah! Kenapa seperti itu : ”malam hari saya tidak buka pintu karena pada malam hari saya gunakan untuk berkhidmah kepada Allah SWT. Dan siang harinya saya gunakan untuk berkhidmah kepada rakyat, Subahanallah….alangkah shalehnya said bin Amir ini gumam salah seorang dari mereka.

Yang ketiga : “Benarkah dalam sebulan ada 2 hari kamu tidak masuk ke kantor? Said Menjawab :” Benar tuan Khalifah!, mendengar itu Khalifah Heran karena semua pertanyaan dijawab benar dan beliau berkata kenapa kamu begitu? : “ Saya tidak masuk 2 hari dalam sebulan karena saya hanya punya 2 pakaian wahai Tuan Khalifah, saya cuci sendiri dan saya jemur 2 hari baru kering” orang-orang yang mendengarkan itu kaget dan merasa iba melihat kesederhanaan wali kotanya, mendengar setiap jawaban sang wali kota, rakyatnya merasa malu dan gak enak sama pemimpinnya ternyata semua yang mereka tuduhkan selama ini ada alasannya dan sangat menyentuh hati..” إِذَا ظَهَرَ السَّبَبُ بَطلَ الْعَجَبُ “ (Apabila sudah tau sebabnya maka hilanglah keheranan itu)

Yang ke-empat : “Benarkah kamu suka mabuk! Said menjawab :” Benar Tuan Khalifah! Kahlifah yang mendengar itu kaget dan marah kepada said lalu beliau bertanya : “kenapa kamu mabuk apa sebabnya : ”Saya sebenarnya bukan mabuk tuan Khalifah tapi saya pingsan setiap kali mengingat “Hubaib” waktu itu saya masih musyrik belum beriman, saat itu saya melihat Hubaib disiksa oleh orang-orang musyrik, dia paksa untuk meninggalkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammmad SAW. Tapi Hubaib tetap sabar tak mau bergeming dan tidak takut sedikitpun terhadap perlakuan orang-orang musyrik terhadapnya, siksaan mereka pun semakin menjadi-jadi, Hubaib akhirnya di kuliti, badannya penuh dengan darah namun bukannya tunduk dan keluar dari islam tapi Hubaib tetap pada keyakinannya dan berucap “Lailaha illalloh Muhammad Rasulullah”

Setiap saya ingat itu saya pingsan tuan Khalifah kenapa waktu itu saya tidak menolongnya. Mendengar jawaban Said Bin Amir, Khalifah dan rakyatnya merasa sangat bangga memiliki wali kota yang sangat sederhana dan sholeh, jauh dari kemewahan dunia seprti yang kita saksikan saat ini, “ أين نحن من هؤلاء “ (dimanakah posisi kita dengan beliau-beliau itu)

Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah tersebut :

Setiap pemimpin harus memonitor anak buahnya
Seorang pemimpin tidak boleh duduk diam dikursinya
Masing-masing memiliki tanggung jawab kepada Allah SWT. Dan pada tugas masing-masing
Allah SWT. Maha mengetahui dan mengawasi segala aktifitas kita.
Semoga Kisah Said Bin Amir bisa kita teladani khususnya kepada pemimpin dan kepada rakyat secara umum.

Galeri Foto

Jadwal Shalat

Jum'at, 20 September 2019

Imtak Mingguan

TGH. Husnuddu'at

Khalifah Umar Bin Khattab ikut berkumpul bersama jamaah dan beliau bertanya : “ bagaimana keadaan Wali Kota di “Halb” ini ( Halb adalah nama kota di Damaskus, Syiria) mendengar pertanyaan itu berbagai macam jawaban pun muncul : 
Orang pertama menjawab : “Wali Kota kami sering terlambat Masuk Kantor, datangnya siang terus setiap hari”
 

Selengkapnya

Agenda

Rekening ZIS

504 02.77.777277
Dana Zakat BAZNAS Provinsi NTB