PENGAJIAN BAZNAS NTB

Kedermawanan Ummu Ja'far

Ada dua orang lelaki yang sama-sama buta, keduanya berdiri didepan pintu Ummu Ja’far Zubaidah al-Abbasiyah, karena mereka mengetahui kemurahan hati dan kedermawanannya.

Salah satu dari keduanya berdoa, “Ya Allah berilah aku rezki dari karunia-Mu.” Sedangkan yang satunya berdoa, “Ya Allah berilah aku rezki dengan kemurahan Ummu Ja’ far.”

Ketika itu, Ummu Ja’far mengetahui dan mendengarkan doa keduanya. Lalu Ummu Ja’far mengutus seseorang untuk memberikan kepada orang yang memohon kemurahan Allah dengan uang 2 dirham saja.

Sementara terhadap orang yang memohon dengan mengharapkan kemurahan Ummu Ja’far, ia memberikan ayam panggang, dan di perutnya telah disisipkan uang 10 dinar.

Setelah utusan Ummu ja’far membagikan mereka berdua, merekapun pergi dari rumah Ummu Ja’far dan dijalan terjadi perbincangan diantara mereka tentang apa yang mereka dapatkan karena mereka berdua sama-sama buta ...salah satu dari mereka bertanya : hai kawan ! apa yang kamu dapatkan? Saya diberi 2 dinar, terus kamu sendiri bagaimana? Saya hanya dapat ayam panggang saja tidak ada uang, lalu orang buta yang pertama ini menawarkan kepada temannya ayam panggang tersebut karena merasa tidak butuh dengan ayam panggang itu sedangkan ia tidak mengetahui bahwa di perut ayam panggang itu ada uang sebanyak sepuluh dinar.  akhirnya temannya itu setuju dan membeli ayam panggangnya seharga 2 dinar, dengan kata lain keduanya menukar pemberian dari Ummu Ja’far kemudian mereka berdua pulang kerumah masing-masing.

Setelah sampai dirumah, orang buta yang pertama langsung membeli makanan dan kebutuhannya dengan uang 2 dinar dari penjualan ayam panggang tersebut, kemudian orang buta yang kedua sesampaianya dirumah dia langsung mengajak anak istrinya makan bersama dengan lauk ayam panggang tanpa perlu membeli makanan dan tanpa disangka-sangka didalam perut ayam panggang yang dia beli dengan 2 dinar ada uang 10 dinar, diapun sangat bahagia mendapatkan itu semua...

Ke-esokan harinya mereka berdua kembali mendatangi rumahnya Ummu ja’far untuk meminta sedekah dan seperti kemaren mereka diberikan ayam panggang dan orang yang kedua diberikan uang 2 dinar,,,ditengah jalan pemilik ayam panggang kembali menawarkan ayam panggangnya kepada temanya yang dapat uang 2 dinar, dengan senang hati pemilik uang 2 dinar itu memberikan uangnya karena mengetahui bahwa didalam ayam panggang itu ada uang 10 dinar.

Hal itu terulang hingga sepuluh hari berturut-turut. Maka Ummu Ja’far mengatakan kepada orang yang diberinya ayam panggang.

“Belumkah kamu merasa cukup dengan kemurahan yang aku berikan kepadamu?” Ia menjawab, ”Apa yang anda maksudkan?”

Ummu Ja’far berkata, “Bukankah aku telah memberikan untukmu seratus dinar
selama sepuluh hari?”

Ia menyanggah, “Tidak, Anda hanya memberikan kepadaku sepuluh ayam panggang! Dan aku telah menjualnya kepada temanku masing-masing seharga
dua dirham!”

Mendengar jawaban ini, Ummu Ja’far bergumam, “Ini dia rupanya, tatkala seseorang meminta kemurahan manusia maka Allah menghalanginya, dan barangsiapa memohon kemurahan Allah, maka Allah akan memberinya dan membuatnya kaya.” 

Galeri Foto

Jadwal Shalat

Jum'at, 20 September 2019

Imtak Mingguan

TGH. Husnuddu'at

Khalifah Umar Bin Khattab ikut berkumpul bersama jamaah dan beliau bertanya : “ bagaimana keadaan Wali Kota di “Halb” ini ( Halb adalah nama kota di Damaskus, Syiria) mendengar pertanyaan itu berbagai macam jawaban pun muncul : 
Orang pertama menjawab : “Wali Kota kami sering terlambat Masuk Kantor, datangnya siang terus setiap hari”
 

Selengkapnya

Agenda

Rekening ZIS

504 02.77.777277
Dana Zakat BAZNAS Provinsi NTB